Intelligence kompetitif di Negara – Negara lain (JEPANG)

December 30, 2008 at 1:51 pm Leave a comment

A. Intelligence Competitif Jepang

CI sebagai alat strategis perusahaan dalam mengambil keputusan yang terbaik.

Jobo, berarti Informasi dan Intelijens, langsung menyatakan bahwa informasi itu berguna, mempunyai nilai.

Mengumpulkan informasi merupakan panggilan yang mulia. Patut dikerjakan dan akan menghasilkan keuntungan.

Orang Jepang cinta informasi dan bersedia berbagai informasi satu sama lain.

Pengetahuan akan dicari di seluruh dunia (salah satu ajaran dari Meiji, 1868)

Kekuatan industri dan finansial Barat: Keluarga Rockfeller, Rothschild & Morgan.

MITI (Kementeriaan Perdagangan International dan Industri): Kekuatan pendorong di belakang pertumbuhan dinamis Jepang.

Keiretsu: sekelompok perusahaan mandiri yang dipersatukan oleh saling menukar dan saling berbagi diantara mereka dalam bidang pegawai, uang barang-barang, dan juga informasi.

Contoh Mitsubishi Keiretsu : M. paper Mils, M. Plastic Industry, M. Cable Industry, M. Estate, M. Gas & Chemical, M. Heavy Industry, M. Bank, M. Steel Mfg., M. Aluminum, M. Electric, M. Oil., M. Corporation, M. Petrochemical., M. Trust & Banking, M. Motors, M. Glass, Nikon, M. Research Institute, dan M. RayonB. Sogo Sosha (Perusahaan Dagang)

Di setiap keiretsu terdapa perusahaan dagang (sogo sosha), bertugas mengkoodinasikan dan memandu kelompok melalui semua bidang perdagangan.

Sembilan Sogo Sosha besar: penjualannya hampir 1 trilyun dolar, menangani lebih dari 60% impor dan 50% ekspor Jepang

Enam besar sogo sosha: Mitsubishi Corporration, Sumitomo Corp., C. Itoh & Company, Mitsui & Company, Marubeni Corp.Nissho Iwal.

Setiap hari, sebuah perusahaan  dari  6 besar sogo sosha:mengumpulkan kira-kira 100.000 cercah informasi dari 10.000 karyawannya dari sekira 180 kantor di seluruh dunia.

Setiap sogo sosha mengeluarkan kira-kira $ 60 juta tiap tahun untuk mempertahankan prasarana pengumpulan informasi mereka.

Contoh Mitsubishi: memiliki lebih dari 13.000 karyawan, lebih 200 kantor di seluruh dunia. Tiap hari mengirim lebih dari 30.000 cercah informasi.

Informasi yang terkumpul disalurkan ke Jepang dari seluruh dunia selama 24 jam.

Informasi tersebut dipilih, diuraikan, dianalisis, dan disebarkan ke perusahaan- afiliasi.

Informasi juga dibagi dengan para pesaing di keiretsu lain untuk memperoleh kemenangan atas pesaing bersama yang lebih besar (biasanya perusahaan Amerika).

Pemerintah Jepang memanfaatkan sogo sosha untuk mengumpulkan intelijens bagi pemerintah.

C. Divisi Intellijens

Sejak tahun 1960 sogo sosha membentuk divisi-divisi intelijens dalam keiretsu untuk mengelola pasokan informasi dari sogo sosha sesuai kepentingan perusahannya.

Contoh divisi intejens terbaik: Canon, NEC, Toshiba, Toyota.

Perusahaan-perusahaan yang  memiliki komitmen kuat terhadap intelijens kompetitif: Nissan Motor Company. Ia mendirikan Nissan Business Researh Library. Dalam 5 perpustakaannya terdapat 100.000 buku, dokumen laporan. Sistem dapat diakses oleh karyawan secara on-line.

D. Peran Pemerintah

MITI secara intensif berhubungan dengan Keiretsu.

MITI bertanggungjawab untuk menetapkan kebijakan pemerintah untuk mendorong perkembangan industri.

MITI menetapkan rencana permainan bisnis Jepang; menentukan bidang-bidang yang perlu penekanan khusus, dana riset, perangsang pajak, perundang-undangan, dan perlindungan dalam bentuk tarif-tarif.

MITI juga menetapkan kuota-kuota produksi, namun mendapat pertentangan dari keiretsu.

MITI menetapkan industri-industri terpilih untuk menjadi pemimpin dunia: komputer (software), bioteknologi, robotika, semikonduktor.

MITI membentuk JETRO, organisasi Eksternal Perdagangan Jepang.

JETRO, dibentuk tahun 1958, peran utamanya sebagai sumber intelijens kompetitif bagi sogo sosha.

“JETRO mempunyai sejarah yang panjang dalam mengkuantifikasi dan menganlisis ekonomi dunia dan perdagangan internasional”.

JETRO menjadi salah satu bank data terkemuka untuk informasi ekonomi mengenai Jepang dan negar-negara lain.

JETRO memupnyai 32 kantor di Jepang dan 79 kantor di 50 negara.

JETRO  menempatkan 20 penasihat senior di berbagai negara bagian A.S. Jumlah staf di seluruh dunia berjumlah 1.300 orang.

E. Divisi Intellijens

Toshiba memiliki Toshiba Research and Development Library. Mempunyai 40.000 buku. Jaringan intern “TOSFILE” setiap hari menyampaikan informasi dari perpustakaan, jasa-jasa telegram, surat kabar, dan sumber-sumber berita lainnya untuk memasok lebih dari 500 orang para pengembail keputusan. Pertukaran informasi di seluruh dunia dilakukan melalui satelit. Toshiba memiliki lebih dari 20 orang profesional Intelijens Kompetitif.

F. Prinsip-prinsip CI Jepang

Informasi dinilai tinggi karena nilai instrinsik dan praktisnya. Ini adalah suatu ciri kebudayaan.

Pengumpulan informasi adalah proses yang senantiasa berlangsung terus menerus, terpusat, proses yang mendalam yang terkait dalam pengertian kaizen, yaitu perbaikan langkah demi langkah.

Informasi saling berbagi secara ekstensif bahkan dengan para pesaing.

Walaupun semua perusahaan memiliki Intelijens Kompetitif, pemerintah juga berperan penting dalam pengumpulan dan pendistribusian informasi kepada para perusahaan.

Mengumpulkan informasi adalah tugas setiap orang, bahkan pimpinan pun membaca dan belajar.

Biaya pengumpulan Intelijens  Kompetitif tidak dipermasalahkan. Tidak perlu mencari alasan untuk membenarkan praktik itu.

Bagian terbesar dari informasi berasal dari sumber-sumber bidang publik, terutama dokumen-dokumen, tetapi pengumpulan informasi dari kontak-kontak pribadi dan pengamatan memainkan peranan vital.

Pengumpulan informasi dalam jumlah besar dilakukan untuk menjamin kesungguhan dan juga dikarenakan perusahaan-perusahaan Jepang ketinggalan dalam kecakapan untuk menganalisis.

Ada kaitan kuat antara intelijens kompetitif dan perencanaan strategis. Pimpinan percaya pada informasi yang dikumpulkan dan menggunakannya dalam pengambilan keputusan.

Jika ingin mendapatkan materi yang lebih lengkap dapat mendownload file : BI CI Negara2 lain.zip atau mendapatkan materi yang berkaitan dengan Intelligence kompetitif di  Negara – Negara lain (JEPANG) dapat masuk pada halaman Download

Entry filed under: Materi Kuliah. Tags: .

Software Business Intelligence Development of Decision Support System Based on Category Management Concept to Increase Sales Performance of a Category

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


December 2008
M T W T F S S
    Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Comments


%d bloggers like this: